Cek Kodepos Berdasarkan Wilayah 📪

Atau, cari kodepos langsung berdasarkan nama desa, kecamatan, atau kabupaten/kota:

Kodepos untuk Kecamatan Tagulandang Selatan:

Kecamatan Tagulandang Selatan memiliki 6 Desa/Kelurahan.

Humbia

Kodepos: 95866

Kisihang

Kodepos: 95866

Bira Kiama (Bira Kimia / Birakiama)

Kodepos: 95866

Buha

Kodepos: 95866

Batumawira

Kodepos: 95866

Birarikei

Kodepos: 95866

Informasi Menarik di Wilayah Ini 🌟

Oke, berikut adalah daftar tempat wisata, tempat kuliner, dan hal menarik di Kecamatan Tagulandang Selatan, Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Kabupaten, Sulawesi Utara, dalam format yang Anda minta:

**Tempat Wisata:**

1. <b>Pantai Batu Putih</b> (Pantai dengan pasir putih yang indah dan air laut yang jernih, cocok untuk berenang dan bersantai. Terdapat bebatuan unik berwarna putih yang menjadi ciri khasnya.)
2. <b>Pemandian Air Panas Alami Lehi</b> (Sumber air panas alami yang menawarkan relaksasi dan dipercaya memiliki khasiat penyembuhan. Dikelilingi oleh pemandangan alam yang asri.)
3. <b>Bukit Kasih</b> (Bukit dengan pemandangan indah ke arah laut dan pulau-pulau sekitarnya. Tempat yang bagus untuk menikmati matahari terbit atau terbenam dan berfoto.)

**Kuliner:**

1. <b>Tinutuan Sitaro (Bubur Manado)</b> (Bubur khas Manado dengan campuran labu kuning, bayam, jagung, dan rempah-rempah lainnya. Biasanya disajikan dengan ikan asin dan sambal.)
2. <b>Ikan Bakar Rica</b> (Ikan segar yang dibakar dengan bumbu rica-rica pedas yang khas. Banyak ditemukan di warung makan pinggir pantai.)
3. <b>Pisang Goroho dengan Sambal Roa</b> (Pisang khas Sulawesi Utara yang digoreng dan disajikan dengan sambal roa (abon ikan roa). Kombinasi rasa manis dan pedas yang unik.)

**Hal Menarik Lainnya:**

1. <b>Kerajinan Anyaman Pandan</b> (Kecamatan Tagulandang Selatan dikenal dengan kerajinan anyaman pandannya yang berkualitas. Anda bisa menemukan tikar, topi, tas, dan berbagai macam produk anyaman lainnya.)
2. <b>Tradisi Mane'e (Penangkapan Ikan Massal)</b> (Tradisi penangkapan ikan massal yang dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat setempat. Biasanya dilakukan pada waktu-waktu tertentu dengan menggunakan alat tradisional.)