Cek Kodepos Berdasarkan Wilayah 📪

Atau, cari kodepos langsung berdasarkan nama desa, kecamatan, atau kabupaten/kota:

Kodepos untuk Kecamatan Pematang Sawa:

Kecamatan Pematang Sawa memiliki 14 Desa/Kelurahan.

Tampang

Kodepos: 35382

Kaur Gading

Kodepos: 35382

Tirom

Kodepos: 35382

Way Nipah

Kodepos: 35382

Guring

Kodepos: 35382

Betung

Kodepos: 35382

Tanjungan

Kodepos: 35382

Teluk Brak

Kodepos: 35382

Karang Brak

Kodepos: 35382

Pesangun (Pesanguan)

Kodepos: 35382

Way Asahan

Kodepos: 35382

Tampang Muda

Kodepos: 35382

Kampung Baru

Kodepos: 35382

Martanda

Kodepos: 35382

Informasi Menarik di Wilayah Ini 🌟

Baik, berikut adalah daftar poin tempat wisata, tempat kuliner, dan hal menarik di Kecamatan Pematang Sawa, Tanggamus, Kabupaten Lampung:

**Tempat Wisata:**

1. <b>Pantai Karang Gigi Hiu</b> (Pantai dengan formasi karang unik yang menyerupai gigi hiu, menawarkan pemandangan yang indah dan spot foto menarik).
2. <b>Teluk Belimbing</b> (Teluk yang tenang dengan air jernih, cocok untuk berenang, snorkeling, atau sekadar bersantai menikmati pemandangan).
3. <b>Air Terjun Way Lalaan</b> (Air terjun yang terletak di tengah hutan, menawarkan kesegaran alam dan suasana yang tenang).

**Kuliner:**

1. <b>Ikan Bakar Segar</b> (Di sekitar pantai, banyak warung makan yang menyajikan ikan bakar segar hasil tangkapan nelayan setempat. Rasanya lezat dan harganya terjangkau).
2. <b>Gulai Taboh Ikan</b> (Gulai khas Lampung dengan kuah santan yang kental dan kaya rempah, biasanya menggunakan ikan segar sebagai bahan utama).
3. <b>Seruit</b> (Makanan khas Lampung yang terdiri dari ikan bakar yang dicampur dengan sambal terasi, tempoyak (durian fermentasi), dan lalapan. Rasanya unik dan otentik).

**Hal Menarik:**

1. <b>Kehidupan Nelayan Tradisional</b> (Mengamati aktivitas nelayan tradisional menangkap ikan dengan perahu-perahu kecil, memberikan gambaran tentang kehidupan masyarakat pesisir yang sederhana dan bersahaja).
2. <b>Kerajinan Tangan Lokal</b> (Mencari kerajinan tangan unik yang dibuat oleh masyarakat setempat, seperti anyaman bambu, kain tapis, atau produk olahan laut).